Rabu, 19 September 2012

AKUNTANSI UNTUK PERUBAHAN HARGA



Sebagai data dasar, dalam kondisi perubahan harga akuntansi kos historis menghadapi tiga masalah fundamental yang berkaitan dengan: Masalah penilaian, dimana akuntansi menghadapi masalah karena kos tercatat untuk suatu asset tidak lagi menggambarkan nilai asset tersebut. Masalah unit pengukur, bila perubahan nilai dan daya beli terjadi bersama-sama pengaruh keduanya terhadap kos historis harus ditunjukkan dalam pelaporan keuangan. Untuk mengatasinya disebut secara umum sebagai akuntansi kos sekarang/rupiah konstan. Masalah pemertahanan capital bila pengaruh perubahan harga tidak diperhatikan, dalam keadaan perubahan harga menaik, perhitungan laba atas dasar kos historis cenderung tersaji-lebih. Bila jenis capital diperhatikan, model akuntansi untuk mengatasi masalah perubahan harga adalah kos sekarang/kapital fisis atau disebut akuntansi nilai pengganti yang secara teknis sama dengan akuntansi kos sekarang. Perbedaanya terletak pada penyajian dan interpretasi jumlah rupiah untuk mempertahankan capital dalam statemen laba-rugi. Tetapi dari hal tersebut kos historis juga mempunyai keunggulan dimana biaya tersebut menunjukkan nilai aktual aktiva, utang, modal dan biaya. Kos historis juga relevan dalam membuat keputusan ekonomi.
Secara umum, perubahan harga adalah perbedaan jumlah rupiah untuk memperoleh barang atau jasa yang sama pada waktu yang berbeda dalam pasar yang sama (masukan atau keluaran). Dari segi akuntansi, perubahan harga adalah perbedaan antara kos tercatat suatu objek (pos) dan jumlah rupiah yang menggambarkan nilai objek (pos) pada saat tertentu. Dari sudut perusahaan, perbedaan harga masukan dan keluaran bukan merupakan perubahan harga tetapi lebih merupakan laba yaitu kenaikan nilai ekonomik yang diharapkan karena proses produksi. Karakteristik perubahan harga barang dan jasa, ada tiga jenis perubahan harga yaitu: (1) perubahan harga umum, yang ditandai oleh perubahan seluruh harga barang dan jasa dengan tingkat dan arah yang sama terdiri dari, inflasi dan daya beli uang, implikasi akuntansi, dan interpretasi untung/rugi daya beli, (2) perubahan harga spesifik, dan (3) perubahan harga relatif.
Akuntansi daya beli konstan digunakan sebagai unit pengukur laba, untung atau rugi daya beli akan dapat ditentukan dan dapat dikeluarkan dari laba atas dasar kos hitoris atau kos sekarang. Untung atau rugi daya beli timbul karena perusahaan menahan aktiva moneter bersih selama perioda tertentu. Bila untung atau rugi daya beli dikeluarkan dari laba, hasilnya adalah angka laba yang menggambarkan laba real. Dengan demikian dapat ditentukan berapa jumlah yang tersedia untuk deviden tanpa harus mengurangi kapital awal secara ekonomik.
Tujuan akuntansi kos sekarang adalah mengukur laba suatu perioda dengan mempertahankan kapital semula. Kapital diukur atas dasar kapasitas operasi atau kemampuan untuk menyediakan barang dan jasa dengan kuantitas yang sama dengan kapasitas atau kemampuan kapital sebelumnya. Dasar pengukuran kos sekarang yaitu: kos pengganti, nilai jual sekarang, nilai terrealisasi harapan. Kalau kos sekarang digunakan sebagai dasar, dua perbedaan akan tampak. Pertama, laba akan terbagi menjadi dua komponen yaitu laba akibat kegiatan operasi perusahaan dan laba akibat kegiatan menahan kapital fisis. Kedua, untung atau rugi yang belum terrealisasi akibat penahanan aset dimasukkan dalam statemen laba-laba.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar